0

Jika di motor bebek, peran utama dalam menggerakan motor selain mesin adalah rantai tapi untuk motor matik yakni pulley CVT. Terkadang pulley CVT ini sudah mulai bermasalah ketika motor matik sudah berumur lebih dari 1 atau 2 tahun ke atas.
Motor matik yang sudah berumur lebih dari 1 tahun pasti sudah muncul rasa tidak enak pada bagian pulley CVT.
"Kalau dari pertama beli motor matik ini enggak akan masalah. Tapi kalau sudah berumur 2 tahun pulley CVT pasti bermasalah, jalannya motor sudah tersendat-sendat rasanya,"

Namun setelah 1 atau 2 tahun pulley CVT biasanya akan minta diganti karena kalau tidak diganti akan mempengaruhi kinerja motor. Nah yang paling penting yakni cara memelihara pulley CVT pasca diganti karena meski diganti dengan yang asli pemeliharaan harus tetap dilakukan agar kerusakan tidak terulang.
"Harus sering digemukin, kalau udah terjadi gejala-gejala enggak enak seperti bunyi dan jalannya tersendat-sendat. Kalau pulley CVT sudah diganti minimal 2 bulan sekali periksa dan gemukin bagian pulley CVT-nya,"

Biasanya pemilik motor matik terutama Mio suka malas untuk mengecek bagian CVT terutama pulley CVT. Padahal jika tidak sering dilakukan pengecekan akibatnya akan fatal selain jalan motor jadi tidak enak Anda juga harus mengucurkan kocek yang dalam.
"Kalau punya Mio males bongkar-bongkar pulley CVT. Sekalinya rusak mahal banget, ganti puli CVT 1 set bisa sampai Rp 900 ribu. Bahkan 1 gelondongan (mangkok sampai ke belakang semua) yang asli bisa Rp 1 juta," bebernya.
Nah Otolovers semua yang memiliki motor matik terutama Mio harus rajin-rajin mengecek atau merawat pulley CVT. Pengecekan atau perawatannya juga tidak susah, Anda hanya harus memberi gemuk pada rumah pulley CVT agar kinerjanya selalu lancar.
"Kalau tidak sering diolesi gemuk maka akan cepat rusak lagi. Pulley CVT yang asli juga enggak akan ngejamin apalagi kalau gemuknya udah kering, kerusakan akan terjadi lagi,"

Semoga bermanfaat.

Post a Comment Blogger

 
Top